Masyarakat Kobar Minta Rumah Oksigen, dr. Erni Daryanti Dorong Pemda Segera Tindaklanjuti Dampak Karhutla

Aspirasi warga Kotawaringin Barat untuk penyediaan Rumah Oksigen dinilai perlu segera dikaji pemerintah daerah sebagai langkah perlindungan kesehatan di tengah dampak kabut asap karhutla.

Siap diputar

PANGKALAN BUN | LAYARKALTENG.CO.ID — Aspirasi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) agar pemerintah menyediakan Rumah Oksigen di tengah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perhatian dari Anggota DPD RI Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed.

Erni mendorong pemerintah daerah segera menilai kebutuhan masyarakat dan menentukan bentuk layanan kesehatan yang paling tepat bagi warga terdampak.

Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

 

Aspirasi Warga Akan Dikawal

Erni menyatakan aspirasi masyarakat tersebut akan diserap dan dikawal melalui fungsi perwakilan serta pengawasan yang dimiliki DPD RI.

Namun, ia menegaskan bahwa DPD RI bukan lembaga eksekutif yang memiliki kewenangan langsung untuk menyediakan maupun mengoperasikan fasilitas kesehatan.

Karena itu, keputusan mengenai penyediaan Rumah Oksigen maupun bentuk layanan kesehatan lainnya tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah dan instansi eksekutif terkait.

“Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Aspirasi masyarakat perlu ditindaklanjuti dengan penilaian kebutuhan yang cepat, layanan kesehatan yang memadai, dan koordinasi yang jelas,” demikian pesan Erni (8/10/2026).

 

Perlu Koordinasi Lintas Instansi

Erni menilai penanganan dampak kesehatan akibat karhutla membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas sektor.

Pemerintah daerah dapat mengoptimalkan peran dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, BPBD, serta berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat apabila kebutuhan di lapangan memerlukan dukungan lebih lanjut.

Menurutnya, keberadaan fasilitas atau layanan khusus seperti Rumah Oksigen perlu didasarkan pada hasil penilaian kebutuhan, kondisi kesehatan masyarakat, serta standar pelayanan kesehatan yang berlaku.

Dengan pendekatan tersebut, bantuan kesehatan tidak hanya bersifat respons sementara, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan warga selama kondisi kabut asap masih berdampak.

 

Rumah Oksigen Menjadi Aspirasi di Tengah Karhutla

Permintaan masyarakat Kobar terhadap Rumah Oksigen muncul di tengah kekhawatiran terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap karhutla.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk layanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan atau membutuhkan penanganan awal akibat paparan asap.

Namun, realisasi fasilitas tersebut tetap membutuhkan kajian pemerintah daerah, termasuk terkait lokasi, kebutuhan peralatan, tenaga kesehatan, prosedur pelayanan, serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan yang telah tersedia.

Erni berharap aspirasi warga tidak berhenti pada penyampaian keluhan, tetapi segera diterjemahkan pemerintah daerah menjadi langkah konkret sesuai kewenangan dan kebutuhan di lapangan.(red/lk)

Tampilkan Lebih Banyak
WhatsAppImage2026-06-07at052002
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 20.02.48
ads 1200x600 2a
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online LAYAR KALTENG!!