
LAYARKALTENG.CO.ID – Polemik ucapan salah satu MC pada acara Huma Betang Night dalam rangka Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung pada 23 Mei 2026 akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari yang bersangkutan.
MC Saipin Idrus yang sempat menjadi sorotan publik usai respons spontan “yang di mana… yang di mana?” kepada salah satu penonton asal Muara Teweh ramai diperbincangkan di media sosial. Sebagian masyarakat menilai ucapan tersebut terkesan kurang tepat saat menanggapi aspirasi mengenai kondisi jalan.
Menanggapi hal itu, Saipin Idrus saat dikonfirmasi LAYARKALTENG.CO.ID melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk membully ataupun merendahkan masyarakat, khususnya warga Muara Teweh maupun daerah lainnya di Kalimantan Tengah.
Ia menjelaskan bahwa saat itu dirinya sedang memandu jalannya acara dan berusaha mengulur waktu menuju sesi berikutnya, sehingga respons yang keluar murni spontanitas suasana panggung.
“Saat itu saya hanya ingin mengetahui bagian jalan yang dimaksud, karena menurut pemahaman saya tidak semua ruas jalan Palangka Raya–Muara Teweh dalam kondisi rusak,” ujarnya, (24/5/2026).
Meski demikian, Saipin Idrus mengakui bahwa ucapan tersebut dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Karena itu, ia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Kalimantan Tengah apabila perkataannya dinilai kurang tepat dan menimbulkan ketidaknyamanan di ruang publik.
“Dengan tulus saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Kalimantan Tengah. Semoga ke depan saya bisa lebih bijak dan berhati-hati dalam bertutur kata,” tambahnya.
Polemik ini pun menjadi pengingat bahwa dalam momentum Hari Jadi Kalimantan Tengah, semangat Huma Betang sejatinya mengajarkan nilai saling menghargai, menjaga persatuan, serta membuka ruang dialog yang sehat antara masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam ruang publik.
LAYARKALTENG.CO.ID memandang peristiwa ini sebagai pembelajaran bersama bagi seluruh pihak, baik masyarakat, figur publik, maupun pelaku acara, agar lebih bijak dalam menyampaikan kritik, pendapat, maupun respons di ruang publik.
Momentum HUT ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan tetap menjadi ajang memperkuat kebersamaan, persaudaraan, dan semangat membangun Bumi Tambun Bungai agar semakin maju, bermartabat, dan sejahtera.
















