Wapres Gibran Tiba di Palangka Raya, Turun Langsung Cek Dampak Karhutla dan Kabut Asap

Gibran Rakabuming Raka tiba di Palangka Raya sekitar pukul 10.00 WIB. Di tengah kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah kawasan, Wapres dijadwalkan meninjau lokasi terdampak karhutla dan melihat langsung kondisi masyarakat.

Siap diputar

PALANGKA RAYA | LAYARKALTENG.CO.ID – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka tiba di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026), di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gibran tiba sekitar pukul 10.00 WIB melalui Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Kedatangannya disambut Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalteng dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kunjungan kerja tersebut secara khusus berkaitan dengan peninjauan kondisi dan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng sebelumnya telah memperkuat langkah penanganan menghadapi ancaman kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Setibanya di Palangka Raya, Gibran tidak hanya mengikuti agenda pemerintahan di tingkat provinsi. Wapres juga turun melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak situasi kabut asap.

Salah satu lokasi yang dikunjunginya adalah SDN Petuk Katimpun di Palangka Raya.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran menyapa warga dan menanyakan kondisi mereka. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah kualitas udara yang terdampak asap.

“Bagaimana keadaan, jaga kesehatan,” ujar Gibran kepada warga.

Kehadiran Wapres di lokasi tersebut menjadi perhatian karena kunjungan berlangsung ketika kabut asap masih terlihat di sejumlah kawasan Kota Palangka Raya.

Menurut informasi resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, dalam kunjungan kerjanya Gibran dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi yang terdampak karhutla, di antaranya SDN-2 Petuk Katimpun dan kawasan Nyaru Menteng.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus mengevaluasi upaya penanganan yang telah dilakukan pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Agenda ini sekaligus memperlihatkan perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan karhutla yang masih menjadi tantangan serius bagi Kalimantan Tengah.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyampaikan bahwa kondisi karhutla di wilayah Kalimantan Tengah hingga awal September masih cukup serius.

Peningkatan titik panas, kejadian kebakaran, serta luasan lahan yang terbakar terjadi di sejumlah kabupaten dan kota.

Pemprov Kalteng terus memperkuat penanganan melalui pengerahan personel, sarana dan prasarana, dukungan operasional, serta peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan berbagai unsur terkait.

Selain persoalan kebakaran, kualitas udara menjadi perhatian karena asap karhutla telah menyebabkan kondisi udara di sejumlah wilayah berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Dalam penanganan di lapangan, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya akses menuju lokasi kebakaran yang sulit serta keterbatasan sumber air.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas, terutama ketika titik kebakaran berada di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Pemprov Kalteng berharap dukungan pemerintah pusat dapat diperkuat, antara lain melalui tambahan helikopter untuk pemadaman dari udara, bantuan peralatan pemadaman, dukungan operasional, serta pembangunan sumber air seperti sumur bor dan embung di wilayah rawan karhutla.

Gubernur menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah bersama TNI, Polri, petugas pemadam, relawan hingga masyarakat.

Kunjungan Gibran kali ini memiliki arti penting karena dilakukan langsung di tengah kondisi lapangan yang masih menghadapi dampak karhutla.

Persoalan yang dihadapi masyarakat bukan hanya mengenai munculnya titik api, tetapi juga dampak lanjutan berupa kabut asap, gangguan kualitas udara dan potensi risiko kesehatan.

Karena itu, peninjauan langsung Wapres diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kondisi yang dihadapi masyarakat sekaligus memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap upaya penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.

Pemerintah daerah sendiri menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kebakaran dapat ditangani lebih cepat dan dampaknya terhadap masyarakat maupun lingkungan dapat ditekan. (red/lk)

Tampilkan Lebih Banyak
WhatsAppImage2026-06-07at052002
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 20.02.48
ads 1200x600 2a
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online LAYAR KALTENG!!