
KUALA KURUN, LAYARKALTENG.CO.ID — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Gunung Mas menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Gunung Mas sebagai bahan evaluasi sekaligus masukan dalam pelaksanaan pembangunan dan penyusunan program serta anggaran daerah.
Rekomendasi tersebut disampaikan melalui Juru Bicara Banggar DPRD Gunung Mas, Iceu Purnamasari, dalam rapat paripurna, (13/8/2026).
Salah satu perhatian utama Banggar adalah kondisi infrastruktur jalan. Pemerintah daerah diminta meningkatkan intensitas pemeliharaan serta mempercepat penanganan jalan berlubang, baik di wilayah Kota Kuala Kurun maupun kecamatan lainnya.
Menurut Iceu, perbaikan infrastruktur jalan berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jalan.
“Hal ini penting demi menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jalan,” kata Iceu.
Pelayanan Kesehatan Ikut Disorot
Selain infrastruktur, Banggar DPRD Gunung Mas juga mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas.
Iceu mengatakan evaluasi terhadap profesionalisme tenaga pelayanan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal.
Di sisi pendapatan daerah, Banggar meminta Pemkab Gunung Mas lebih serius menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara objektif dan rasional.
Namun, peningkatan PAD tersebut diharapkan tidak dilakukan dengan cara yang justru membebani masyarakat.
Banggar juga meminta setiap perangkat daerah menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang akuntabel dan berbasis kinerja dalam setiap pengajuan program maupun anggaran.
Penyusunan program tersebut, lanjut Iceu, perlu memperhatikan rekomendasi hasil pengawasan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Kegiatan Seremonial Diminta Dipangkas
Salah satu poin yang cukup tegas dalam rekomendasi Banggar adalah permintaan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan seluruh perangkat daerah untuk mengevaluasi kegiatan yang dinilai tidak memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Banggar meminta kegiatan seremonial, rapat berulang yang tidak esensial, maupun pola kegiatan lama yang kurang memberikan manfaat agar dipangkas atau ditiadakan.
Anggaran yang dapat dihemat dari kegiatan tersebut diharapkan dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas.
“Harapan kami, rekomendasi ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan ditindaklanjuti dalam pelaksanaan program pembangunan ke depan,” ujar Iceu.
Banggar DPRD Gunung Mas berharap rekomendasi tersebut tidak berhenti sebagai catatan dalam rapat, tetapi menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan dan penggunaan anggaran ke depan. (red/lk)





















