
PALANGKA RAYA – Perwakilan peternak ayam di Kota Palangka Raya menyampaikan aspirasi dalam aksi demonstrasi yang digelar di depan Kantor PLN UP3 Palangka Raya, Selasa (28/7/2026). Dalam aksi tersebut, para peternak mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat pemadaman listrik yang dinilai berdampak serius terhadap usaha peternakan mereka.
Salah seorang perwakilan peternak, Satrio (35), dalam orasinya menyampaikan bahwa pasokan listrik yang tidak stabil telah menyebabkan operasional kandang modern (close house) terganggu. Menurutnya, sistem kandang tersebut sangat bergantung pada listrik untuk mengoperasikan blower sebagai sirkulasi udara bagi ayam.
Ia menjelaskan, meski peternak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan, alat tersebut hanya diperuntukkan sebagai backup dan tidak dirancang untuk beroperasi dalam waktu lama. Kondisi tersebut, ditambah durasi pemadaman yang disebut tidak menentu, membuat sejumlah peternak mengaku mengalami kerugian besar.
Dalam orasinya, Satrio juga menyatakan bahwa apabila persoalan pemadaman listrik tidak segera mendapat solusi, para peternak mengancam akan membawa dan membuang bangkai ayam ke Kantor PLN sebagai bentuk protes atas kerugian yang mereka alami.
Melalui aksi tersebut, para peternak meminta PLN meningkatkan keandalan pasokan listrik, memberikan informasi jadwal pemadaman secara jelas, serta memperhatikan dampak yang dirasakan masyarakat, khususnya pelaku usaha peternakan yang bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga keberlangsungan usahanya. (red/lk)





















