
PALANGKA RAYA, LAYARKALTENG.CO.ID – Kelangkaan gas LPG 3 kilogram kembali dikeluhkan warga Kota Palangka Raya. Selain sulit ditemukan di sejumlah wilayah, harga gas subsidi tersebut dilaporkan mengalami lonjakan hingga mencapai Rp50 ribu per tabung di tingkat pengecer.
Kondisi ini menjadi beban tambahan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada LPG 3 kilogram untuk menjalankan aktivitas usahanya sehari-hari.
Salah seorang pedagang gorengan di kawasan Jalan Universitas Palangka Raya, Hasan (26), mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, harga gas di pangkalan masih berada pada kisaran Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per tabung. Namun ketika stok pangkalan habis, masyarakat terpaksa membeli di pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi.
“Kalau di pangkalan sekitar Rp28 ribu, tetapi di eceran bisa Rp40 ribu sampai Rp45 ribu. Bahkan saya dengar ada yang sampai Rp50 ribu,” ujarnya, Selasa (23/06/2026).
Hasan mengaku kenaikan harga tersebut berdampak langsung terhadap keuntungan usahanya. Meski biaya operasional meningkat, ia memilih tidak menaikkan harga jual gorengan karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Kalau harga dinaikkan takut pelanggan kecewa dan pindah ke tempat lain,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Ani (50), pedagang gorengan di kawasan Jalan Pangeran Samudera. Ia mengatakan harga LPG 3 kilogram yang terus naik membuat beban usaha semakin berat di tengah kenaikan harga bahan baku lainnya.
Menurut Ani, sebagian besar pembelinya merupakan mahasiswa sehingga dirinya sulit menaikkan harga jual makanan yang dijajakan.
“Tetap Rp5 ribu dapat empat gorengan. Kalau dinaikkan kasihan pembeli,” ucapnya.
Ani menyebut harga LPG 3 kilogram di sejumlah pengecer bervariasi, mulai dari Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per tabung.
Selain pelaku usaha, warga rumah tangga juga mengeluhkan kondisi tersebut karena LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok untuk memasak sehari-hari.
Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi agar pasokan kembali normal serta harga di tingkat pengecer dapat terkendali.
Warga juga meminta agar distribusi LPG 3 kilogram tepat sasaran sehingga masyarakat yang berhak menerima subsidi tidak kesulitan memperoleh kebutuhan energi rumah tangga tersebut. (Aba/Han)
Sumber: Diolah dari keterangan pedagang dan laporan media lokal terkait kelangkaan serta kenaikan harga LPG 3 kilogram di Kota Palangka Raya, Selasa (23/06/2026).





















