Pengamat Dorong Agrinas Palma Lebih Transparan, Surplus Rp2,86 Triliun dan Laba Bersih Rp27,9 Miliar Jadi Sorotan

Perbedaan surplus operasional dan laba bersih dinilai perlu dijelaskan lebih rinci agar publik memahami kondisi riil kinerja perusahaan.

Siap diputar

JAKARTA – Laporan keuangan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) Tahun Buku 2025 menjadi perhatian sejumlah kalangan. Salah satunya datang dari pengamat ekonomi Rio Kriswana yang menilai perusahaan perlu memberikan penjelasan lebih komprehensif mengenai hubungan antara surplus operasional pengelolaan aset perkebunan dengan laba bersih yang tercantum dalam laporan keuangan.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan perusahaan, Agrinas Palma Nusantara membukukan surplus operasional pengelolaan aset perkebunan sebesar Rp2,86 triliun, sedangkan laba bersih perusahaan tercatat sekitar Rp27,9 miliar sepanjang Tahun Buku 2025.

Perbedaan kedua angka tersebut dinilai cukup signifikan sehingga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Menurut Rio, kondisi tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya persoalan, namun memerlukan penjelasan mengenai dasar pencatatan, status dana, biaya pengelolaan, hingga perlakuan akuntansi yang digunakan.

Ia menjelaskan surplus operasional dan laba bersih merupakan dua indikator berbeda sehingga tidak bisa dibandingkan secara langsung. Surplus operasional menggambarkan hasil pengelolaan aset perkebunan negara dalam rangka penugasan pemerintah, sedangkan laba bersih merupakan hasil akhir perusahaan setelah memperhitungkan seluruh biaya operasional, administrasi, penyusutan, beban keuangan, pajak, dan komponen akuntansi lainnya.

Karena itu, menurut Rio, selisih kedua angka tersebut belum dapat dijadikan ukuran tunggal untuk menilai kinerja perusahaan tanpa melihat keseluruhan laporan keuangan.

Ia juga menilai publik perlu memperoleh penjelasan apakah surplus tersebut merupakan penerimaan bruto, kas yang dikelola untuk kepentingan negara, hasil sebelum pembagian, atau masih terdapat komponen lain yang belum diakui sebagai pendapatan perusahaan.

Laba Bersih Meningkat Meski Pendapatan Menurun

Dalam laporan tahunan, Agrinas Palma Nusantara mencatat pendapatan usaha sebesar Rp173,35 miliar pada 2025, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp240,53 miliar.

Meski demikian, laba bersih perusahaan justru meningkat dari sekitar Rp12,77 miliar pada 2024 menjadi Rp27,88 miliar pada 2025.

Selain itu, laba usaha setelah pajak final naik menjadi sekitar Rp25,74 miliar, sementara laba bruto mencapai Rp51,02 miliar dengan EBITDA sekitar Rp35,81 miliar serta margin EBITDA 20,66 persen. Margin laba bersih perusahaan tercatat sekitar 16,08 persen.

Menurut Rio, peningkatan laba di tengah penurunan pendapatan menunjukkan adanya efisiensi maupun faktor lain yang memengaruhi profitabilitas perusahaan sehingga tetap memerlukan penjelasan yang lebih rinci.

Segmen Perkebunan Masih Tahap Konsolidasi

Rio juga menyoroti bahwa sebagian besar kinerja keuangan perusahaan pada 2025 masih berasal dari segmen konsultansi konstruksi.

Sementara sektor perkebunan disebut masih berada pada tahap konsolidasi aset dan inisiasi operasional sehingga kontribusinya belum sepenuhnya tercermin dalam laporan keuangan tahun yang sama.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi konteks penting agar masyarakat memahami bahwa hasil pengelolaan perkebunan belum otomatis diakui sebagai pendapatan maupun laba bersih perusahaan.

Data Luas Lahan Perlu Dijelaskan

Selain laporan keuangan, Rio menilai perusahaan juga perlu memberikan penjelasan lebih rinci mengenai aset perkebunan yang dikelola.

Agrinas disebut memperoleh mandat mengelola sekitar 4,11 juta hektare aset perkebunan. Namun dalam Laporan Tahunan 2025 disebutkan lahan yang telah diterima dan dikelola secara bertahap hingga akhir tahun mencapai sekitar 1,7 juta hektare.

Menurutnya, perbedaan angka tersebut perlu dijelaskan agar publik memahami mana yang merupakan target penugasan, aset yang telah diserahterimakan, lahan produktif, lahan yang masih dikembangkan, hingga aset yang telah menghasilkan pendapatan.

Sepanjang 2025, Agrinas mencatat produksi tandan buah segar sekitar 1,13 juta ton, CPO sekitar 197,93 ribu ton, dan kernel sekitar 32,90 ribu ton. Namun perusahaan menjelaskan bahwa kinerja sektor perkebunan tersebut belum seluruhnya masuk dalam laporan keuangan 2025 karena proses konsolidasi masih berlangsung.

Arus Kas dan Posisi Keuangan Menguat

Laporan tahunan juga menunjukkan arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat menjadi sekitar Rp32,41 miliar pada 2025 dibandingkan sekitar Rp6,04 miliar pada tahun sebelumnya.

Posisi kas dan setara kas akhir tahun naik menjadi sekitar Rp73,83 miliar, sementara total aset perusahaan tercatat Rp331,90 miliar, dengan liabilitas sekitar Rp117,24 miliar dan ekuitas sebesar Rp214,66 miliar.

Rio menegaskan angka tersebut menggambarkan posisi keuangan korporasi dan tidak secara otomatis mencerminkan keseluruhan nilai aset perkebunan negara yang dikelola perusahaan.

Empat Aspek Dinilai Perlu Diperkuat

Dalam pandangannya, terdapat sedikitnya empat aspek yang perlu menjadi perhatian dalam transformasi Agrinas Palma.

Pertama, perusahaan perlu meningkatkan transparansi pelaporan agar hubungan antara surplus operasional, arus kas, pendapatan, dan laba bersih dapat dipahami publik secara utuh.

Kedua, efisiensi biaya operasional perlu terus diperkuat melalui optimalisasi aset, digitalisasi, serta pemanfaatan teknologi dalam pengawasan produksi.

Ketiga, hilirisasi industri perlu dipercepat sehingga nilai tambah tidak hanya berasal dari penjualan komoditas primer, tetapi juga berkembang ke sektor biodiesel, bioenergi, dan produk turunan bernilai tinggi.

Keempat, penerapan good corporate governance, pengendalian risiko, serta akuntabilitas perusahaan dinilai harus terus diperkuat selama proses konsolidasi aset berlangsung.

Rio menilai Tahun Buku 2025 masih merupakan fase konsolidasi bagi Agrinas Palma Nusantara dalam menjalankan mandat strategis dari pemerintah.

Ia berharap pengelolaan aset dilakukan secara profesional, transparan, dan efisien sehingga aset negara yang dipercayakan kepada perusahaan benar-benar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan, negara, maupun masyarakat luas. (Red/LK)

#LayarKalteng #AgrinasPalma #Ekonomi #BUMN #TransparansiKeuangan

Tampilkan Lebih Banyak
WhatsAppImage2026-06-07at052002
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 20.02.48
ads 1200x600 2a
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online LAYAR KALTENG!!