
|
Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...
|
PALANGKA RAYA, layarkalteng.co.id —Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama maskapai Wings Air menggelar koordinasi intensif terkait rencana penguatan rute dan pola rotasi penerbangan di wilayah Kalteng. Pertemuan tersebut berlangsung di Palangka Raya dan dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, menandai langkah nyata percepatan konektivitas udara di daerah ini, (28/1/2026).
Koordinasi ini membahas rencana operasional penerbangan Wings Air yang dirancang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya dalam menghubungkan daerah-daerah strategis seperti Muara Teweh, Sampit, Pangkalan Bun, Ketapang, Banjarmasin, hingga jalur antarpulau melalui Surabaya dan Semarang. Pola rotasi baru ini diharapkan mampu mendukung pemerataan pembangunan, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan akses masyarakat ke pusat‑pusat ekonomi dan layanan publik.
Untuk hari Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, rute yang direncanakan meliputi Palangka Raya–Muara Teweh–Palangka Raya–Sampit–Pangkalan Bun–Ketapang–Pangkalan Bun–Sampit–Palangka Raya. Sementara pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, disiapkan rotasi Palangka Raya–Banjarmasin–Muara Teweh–Banjarmasin–Sampit–Banjarmasin–Palangka Raya, serta jalur antarpulau Surabaya–Sampit–Surabaya–Semarang–Surabaya–Banyuwangi.
Skema ini menunjukkan upaya serius untuk menjadikan Kalteng sebagai simpul transportasi udara yang lebih terintegrasi.Gubernur Kalimantan Tengah menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi terhadap peningkatan aksesibilitas transportasi udara.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah menyatakan kesiapan mendukung realisasi rencana penerbangan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk kesiapan bandara, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, serta sinkronisasi kebijakan transportasi daerah dan nasional, guna mendorong mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.







