
KUBU RAYA, LAYARKALTENG.CO.ID – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melaksanakan kegiatan tanam padi perdana dalam Program Agrosolution di Dusun Parit Keladi, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kegiatan tersebut melibatkan sebanyak 63 petani yang mengelola lahan pertanian seluas 63 hektare di kawasan PAL 9 sebagai bagian dari upaya memperkuat produktivitas sektor pertanian melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan kelompok tani.
Kegiatan tanam padi turut dihadiri Komisaris Pupuk Kaltim H. Azis Samual, S.Sos., M.Si., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kubu Raya Agus Siswandi, Vice President Pengelolaan Pelanggan Pupuk Kaltim Yusva Sulistyo, perwakilan PT Pupuk Indonesia, pemerintah desa, serta para petani peserta Program Agrosolution.
Dalam sambutannya, Komisaris Pupuk Kaltim H. Azis Samual menegaskan bahwa Program Agrosolution merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian nasional melalui pendampingan yang terintegrasi kepada petani.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang lebih kuat melalui penyediaan sarana produksi, pendampingan teknis, hingga memperkuat rantai pasok hasil pertanian.
“Semangat inilah yang terangkum pada Program Agrosolution guna mendorong produktivitas sektor pertanian dan kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung program pemerintah yang dicanangkan Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan petani memiliki kemampuan untuk terus berproduksi,” ujar Azis Samual.
Ia mengapresiasi keterlibatan 63 petani yang mengikuti program tersebut. Menurutnya, sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan petani menjadi modal utama dalam menciptakan sektor pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
“Kami berharap tanam padi ini menjadi awal sinergi yang semakin kuat antara Pupuk Kaltim, pemerintah daerah, para mitra, dan seluruh petani. Ketika seluruh pihak bergerak bersama, maka mewujudkan pertanian yang maju dan petani yang sejahtera akan semakin mudah direalisasikan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kubu Raya Agus Siswandi menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendukung pembangunan sektor pertanian di wilayahnya.
Ia menilai kesejahteraan petani tidak hanya ditentukan oleh keberhasilan produksi, tetapi juga dipengaruhi stabilitas harga hasil panen yang diterima petani.
“Kita tidak bisa menjadikan petani sejahtera apabila pada saat mereka panen nilai jualnya tidak bagus,” tegas Agus Siswandi.
Agus juga menyoroti ancaman alih fungsi lahan pertanian di Kecamatan Sungai Kakap yang terus mengalami tekanan akibat perkembangan kawasan perkotaan. Menurutnya, menjaga keuntungan usaha tani menjadi langkah penting agar petani tetap mempertahankan lahan pertaniannya.
Ia mengatakan ketersediaan pupuk, benih berkualitas, serta harga gabah yang layak menjadi faktor utama dalam menjaga semangat petani untuk terus berproduksi. Saat ini harga gabah di wilayah tersebut masih berada di kisaran Rp6.000 per kilogram, lebih rendah dari harga yang diharapkan petani.
“Apabila kita menjaga pupuknya, menjaga benihnya, dan menjaga harganya, petani akan selalu semangat menjaga lahan pertaniannya dan tidak mengalihfungsikannya ke hal lain,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua Kelompok Tani Baru Muncul mengaku Program Agrosolution memberikan manfaat nyata bagi petani di wilayahnya. Selain memperoleh akses terhadap pupuk, para petani juga mendapatkan pendampingan teknis dalam pengelolaan lahan sehingga lebih percaya diri meningkatkan produktivitas usaha tani.
“Program Agrosolution ini sangat membantu kami para petani. Kami tidak hanya mendapatkan pupuk, tetapi juga bimbingan dan pendampingan dalam pengelolaan lahan sehingga kami semakin percaya untuk meningkatkan hasil panen. Harapan kami, program ini terus berlanjut agar semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Melalui Program Agrosolution, Pupuk Kaltim menghadirkan pendekatan pertanian terintegrasi yang mencakup penyediaan pupuk dan sarana produksi, akses pembiayaan, pendampingan budidaya, hingga dukungan pemasaran hasil panen.
Perusahaan optimistis kolaborasi lintas sektor yang terus diperkuat akan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Kubu Raya, menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.(Aba/Han)





















