PALANGKA RAYA-Water frontcity- LAYARKALTENG.CO.ID, program pemerintah kota yang perlu dikawal bersama. Mulai daerah Pahandut, Flamboyan Bawah, Pelabuhan Rambang dan Puntun, ditata dengan konsep kota berhadapan langsung dengan Sungai Kahayan. Kini dan nanti, terwujud atau belum, kawasan Flamboyan Bawah memiliki daya tarik tersendiri.
Rindu menikmati sunset, kangen kehangatan bercengkerama dalam bingkai human interest, sejumlah objek fisik dan lingkungan Flamboyan Bawah, menarik diabadikan dalam lensa kamera. Untuk itu, komunitas Hitam Putih Bornei (HPB) dengan siswa Kelas Foto Borneo (KFB) angkatan 9, langsung “nyore hore”.
“Lama rasanya tidak ke sini (Flambogan Bawah, red). Biasanya kita motret di sejumlah titik. Beberapa warga juga akrab. Kaget saja baru muncul lagi kita,” Ketua HPB Octavianus Wahyu Tri Utomo di tepi Sungai Kahayan, Selasa (16/6) sore.
Jika sebelumnya HPB dan komunitas fotografer Palangka Raya menggelar event hunting bareng, kali ini sekadar jalan-jalan sore (nyore hore), sembari mengabadikan berbagai titik di pinggir sungai. Sembari mengenalkan salah satu kawasan padat penduduk dan potensi pariwisata di tengah kota.
“Ya, kali ini kita nyore hore hunting tipis-tipis, sambil mengerjakan tugas siswa kelas foto,” kata Pembina KFB angkatan 9, Deni Krisbiyantoro, seraya menambahkan tugas siswa kelas foto saat ini sudah sampai pada panning atau teknik menggerakkan kamera, objek diam, maupun sama-sama gerak.
Motret, ada yang bilang mudah. Ada yang menganggap sulit. Namun, Mentor KFB Oonk Madourart menilai, motret yang utama hasilnya sesuai yang diinginkan, dikonsep, maupun yang di-setting sejak awal sebelum memencet tombol shutter.
“Umumnya, perkembangan fotografi saat ini adalah motret sesuai selera. Jepret semakin dipermudah, secara sekarang sudah era digital. Kalau kesulitan, ya yo gabung kelas foto, kita belajar bersama teknik dasar, pencahayaan, komposisi dan sebagainya,” kelakar Oonk yang saat ini sedang mengulik terus perkembangan fotografi, videografi, hingga artificial intelligent alias AI.
Usai nyore hore, hunting bersama, sebelum bubar, satu momen kehangatan tercipta. Mama Asih, warga Flamboyan Bawah, menyuguhkan teh hangat beserta camilan. Tak pelak, kerinduan tentang sejuta cerita di Flambohan Bawah, terus terkenang dan menjadi jalinan silaturahmi untuk kembali. (abe/*red)



















