
PALANGKA RAYA, LAYARKALTENG.CO.ID – Asosiasi Futsal Kota (AFK) Palangka Raya kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan atlet muda dengan menggelar turnamen futsal pelajar bertajuk AFK Mastery Cup 2026.
Kompetisi yang berlangsung mulai 17 hingga 27 Juni 2026 tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan bakat, meningkatkan kualitas permainan, sekaligus menumbuhkan semangat olahraga di tengah euforia dunia sepak bola dan futsal yang terus berkembang.
Ketua AFK Palangka Raya, Ahmad Hafiez Noorfaizin, SH, mengatakan bahwa turnamen ini tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi sarana penjaringan talenta-talenta muda yang nantinya dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026.
“Tujuan utamanya adalah mencari dan memfilter bakat-bakat pemain muda, meningkatkan kualitas permainan, serta memberikan pengalaman kompetisi yang sehat bagi para pelajar,” ujarnya.
AFK Mastery Cup tahun ini mempertandingkan tiga kategori, yaitu:
🏆 SMP/Sederajat
🏆 SMA/Sederajat
🏆 Klub Putri
Menariknya, turnamen ini menghadirkan inovasi yang jarang ditemui pada kompetisi pelajar, yakni penggunaan Video Assistant Referee (VAR) atau Video Support System dalam pertandingan.
Menurut Hafiez, penerapan teknologi tersebut merupakan langkah maju dalam meningkatkan kualitas kompetisi dan memberikan pengalaman baru bagi pemain, pelatih, maupun perangkat pertandingan.
“Selama ini Video Support lebih banyak digunakan di kompetisi profesional. Melalui AFK Mastery Cup, kami ingin memperkenalkan sistem tersebut kepada pelajar agar mereka memahami perkembangan futsal modern,” katanya.
Selain peningkatan kualitas pemain, AFK Palangka Raya juga terus mendorong peningkatan kualitas pelatih dan wasit melalui berbagai program pendidikan serta peningkatan lisensi sumber daya manusia di bidang futsal.
Hafiez menilai Kalimantan Tengah memiliki banyak pemain muda berbakat yang berpotensi bersaing di tingkat nasional apabila mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan dan jam terbang kompetisi yang memadai.
“Bibit pemain futsal di Palangka Raya dan Kalimantan Tengah sangat banyak. Yang diperlukan adalah ruang kompetisi, pembinaan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas latihan agar mereka mampu bersaing lebih tinggi,” jelasnya.
Antusiasme peserta juga cukup tinggi. Tidak hanya diikuti sekolah dan pelajar dari Kota Palangka Raya, turnamen ini turut diikuti peserta dari sejumlah daerah lain seperti Sampit, Pulang Pisau, dan Katingan.
Kehadiran peserta lintas daerah tersebut dinilai menjadi indikator positif berkembangnya futsal pelajar di Kalimantan Tengah sekaligus membuka ruang persaingan yang sehat antar atlet muda.
AFK Palangka Raya berharap AFK Mastery Cup dapat menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan generasi pemain futsal berprestasi serta memperkuat posisi Kalimantan Tengah dalam peta perkembangan futsal nasional. (Aba/Han)
















