Kisah dr Rosa: Dokter RS Doris Sylvanus yang Bertahan dari Badai Studi dan Rumah Tangga, Lalu Menolong Ibu Melahirkan saat Nge‑Grab di Surabaya

Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...

layarkalteng.co.id — Malam hujan di Surabaya mengubah sebuah mobil Grab menjadi ruang bersalin darurat ketika dr Rosa, dokter umum RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya yang sedang menempuh pendidikan spesialis Penyakit Dalam di Universitas Airlangga, membantu seorang penumpang melahirkan di kursi belakang mobilnya.

Aksi heroik ini viral dan mengundang apresiasi luas, namun di balik sorotan itu tersimpan perjalanan panjang yang penuh tekanan studi, masalah keluarga, hingga tingkatan stres yang diakui cukup berat, sebagaimana ia ceritakan dalam podcast bersama Deddy Corbuzier dan berbagai wawancara media.

Sejak 2015, dr Rosa mengabdi di RSUD dr Doris Sylvanus sebagai tenaga honorer sebelum resmi menjadi ASN pada 2019, kemudian mendapat tugas belajar dari Kementerian Kesehatan untuk menempuh program spesialis di Surabaya. Di tengah perjalanan akademiknya, ia mengalami penundaan studi hingga semester ke‑11, dipengaruhi tekanan pribadi dan persoalan rumah tangga yang membuatnya harus berjibaku menjaga kesehatan mental sekaligus menyelesaikan pendidikan.

Dalam pengakuannya, ia dan suami kini berada dalam masa berpisah setelah serangkaian cobaan keluarga yang berat, sesuatu yang ia sebut sebagai bagian rapuh namun jujur dari fase hidupnya. Untuk tetap produktif secara finansial dan mental di sela penelitian dan berkurangnya jadwal klinis, sejak Oktober 2025 dr Rosa memilih menjadi pengemudi GrabCar di Surabaya. Dari balik kemudi itulah, pada 19 Januari 2026, ia menghadapi penumpang ibu hamil yang tiba‑tiba mengalami kontraksi hebat dan pecah ketuban; dengan tenang ia menepikan mobil, mengatur posisi ibu, dan bersama warga sekitar membantu proses persalinan hingga bayi lahir selamat sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat.

Pengalaman itu ia sebut sebagai momen ketika profesinya sebagai dokter, perannya sebagai ibu, dan pergumulannya sebagai mahasiswa spesialis bertemu dalam satu titik: keinginan untuk tetap berguna bagi orang lain, di tengah badai hidup yang belum sepenuhnya reda.

Kisah dr Rosa bukan hanya tentang viralnya seorang dokter yang nyambi driver online, tetapi gambaran ketahanan tenaga kesehatan dari daerah seperti Kalimantan Tengah yang berjuang menyelesaikan studi, menopang keluarga, dan tetap mengutamakan kemanusiaan di mana pun berada.

Bagi banyak tenaga kesehatan muda di Kalteng, perjalanan dr Rosa menjadi cermin bahwa tekanan akademik dan masalah keluarga bisa berjalan beriring, namun dukungan institusi, kebijakan tugas belajar yang sensitif pada isu kesehatan mental, serta ruang ekonomi alternatif yang bermartabat dapat membantu mereka tetap berdiri dan terus melayani.

Tampilkan Lebih Banyak
Selamat hari pers 2026
ADS 1200x250.jpg
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online LAYAR KALTENG!!