Islah Bahrawi di Akbar Faizal Uncensored: Mengurai Skandal Kuota Haji dan Jejak Peran Jokowi

Klik PLAY untuk Mendengarkan Berita
Getting your Trinity Audio player ready...

Layar Kalteng – Podcast “Akbar Faizal Uncensored” kembali memantik perhatian publik melalui dialog tajam antara Akbar Faizal dan Islah Bahrawi, kader Nahdlatul Ulama (NU), yang membedah skandal kuota haji serta dugaan keterlibatan sejumlah pejabat, termasuk Presiden Joko Widodo dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Dalam diskusi berdurasi lebih dari 40 menit itu, Islah menyoroti bagaimana kebijakan pemerintah terkait kuota haji dan berbagai keputusan politik belakangan ini berpotensi dijadikan “tabungan kriminalisasi” terhadap para pejabat, khususnya menteri. Ia menilai, pola “saling sandera” atas nama penegakan hukum kerap digunakan sebagai alat tekan politik di kemudian hari, terutama menjelang dan setelah berakhirnya masa jabatan presiden.

Islah juga menyinggung peran Presiden Jokowi ketika memerintahkan Menteri Agama Yaqut untuk tidak memenuhi panggilan panitia khusus (pansus) di DPR. Menurutnya, langkah tersebut di satu sisi tampak sebagai upaya melindungi bawahan, namun di sisi lain justru berpotensi menyisakan persoalan yang bisa dikonstruksi ulang menjadi kasus hukum di masa depan. Ia mengingatkan, jika setiap kebijakan pejabat—yang mungkin menguntungkan pihak tertentu—dipaksakan ditafsirkan sebagai tindak korupsi, maka hampir semua menteri bahkan presiden bisa dijerat.

Lebih jauh, Islah menyoroti wacana pembagian izin tambang kepada NU, Muhammadiyah, dan ormas-ormas keagamaan lain yang sudah beredar sejak beberapa waktu lalu. Dalam pandangannya, rangkaian kebijakan dan konstruksi perkara yang menjerat sejumlah tokoh politik dan pejabat saat ini tampak diarahkan untuk “menggelar karpet merah” bagi kepentingan politik tertentu di masa mendatang. Ia menyebut langkah-langkah tersebut sebagai strategi yang sangat terencana dan licik, karena menyentuh langsung basis-basis sosial keagamaan.

Podcast yang tayang di kanal “Akbar Faizal Uncensored” ini mendapat respons luas dari warganet. Berdasarkan data yang tertera di laman video, episode berjudul “Skandal Kuota Haji, Digigit KPK, Yaqut Buka Peran Jokowi” telah ditonton lebih dari 1,5 juta kali dengan puluhan ribu tanda suka sejak diunggah pada 14 Januari 2026.

Tampilkan Lebih Banyak
Selamat hari pers 2026
ADS 1200x250.jpg
Back to top button
error: Konten ini dilindungi hak cipta Media Online LAYAR KALTENG!!